Industri Perunggasan Sulsel Sulit Berkembang
Industri perunggasan sulsel, dilaporkan sulit berkembang. Penyebabnya yakni masih sulit peternak mengakses kredit diperbankan. Padahal peredaran uang disektor tersebut setiap tahunnya mencapai Rp 2,7 trilin.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel Murtala Ali mengungkapkan, tingkat kepercayaan perbankan untuk menyalurkan kreditnya masih cukup rendah. karena dinilai berisiko tinggi. Terutama jika unggas terserang penyakit seperti flu burung. Padahal, banyak peternak yang secara administrasi memenuhi persayaratan untuk memperoleh kredit pengembangan usaha dari perbankan.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel mengaku, telah berupaya mempertemukan peternak dengan perbankan. Namun upaya tersebut belum berdampak signifikan terhadap peternak. Kredit pengembangan usaha yang telah dikucurkan perbankan masih sebatas ternak besar, khususnya sapi melalui Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS).
Sementara itu, Ketua Masyakaat Perunggasan Sulsel Wahyu Sutadji mengaku, industry perunggasan sulsel selama 3 tahun berkembang cukup pesat. Salah satunya ditandai dengan peningkatan produksi, baik daging maupun telur. Potensi tersebut diakui belum mendorong perbankan untuk mengucurkan kredit kepada peternak. Masyarakat perunggasan sulsel mengaku, telah beberapa kali bertemu dengan management BRI dan BNI. Namun belum ada upaya mendorong pengembangan industry perunggasan Sulsel. (Fajar Hermanto)



You have to be logged in to post comments