Pengembangan Pariwisata Indonesia Terkendala Infrastruktur
Pengembangan sektor pariwisata di Indonesia masih terkendala infrastruktur dan kebersihan. Khususnya akses jalan dan fasilitas umum di objek wisata.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengungkapkan, saya saing pariwisata di Indonesia tidak kalah dengan sejumlah negara lainnya di dunia. Hanya saja, belum didukung penyediaan infrastruktur yang memadai serta kebersihan destinasi. Data di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebutkan, sumber daya alam indonesia berada diurutan 17 dari 139 negara. Selain itu, keanekaragaman budaya yang dimiliki, juga berada diperingkat yang cukup bagus, yakni 39.
Menurut Mari Elka Pangestu, potensi Indonesia cukup besar. Bahkan, biaya biaya transportasi yang harus dikeluarkan wisatawan, baik asing maupun dalam negeri cukup terjangkau dan berada di posisi ke 4. Hal ini diungkapkannya usai membuka Rapat Kerja Nasional Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) ke 2 di Makassar, Jum'at (10/02).
Hanya saja, potensi tersebut belum didukung maksimal dengan penyediaan infrastruktur seperti jalan dan bandara yang baik. Selain itu, permasalahan kebersihan pun kurang diperhatikan, masalah kesehatan dan kebersihan juga belum diperhatikan maksimal.
Dicontohkan, salah satu destinasi wisata di Sulsel yakni Tana Toraja, wisatawan harus menempuh perjalanan darat selama 6 jam. Pembangunan bandara diharapkan, segera rampung sehingga mempersingkat waktu tempuh.(Fajar Hermanto)



You have to be logged in to post comments