Home | Jurnal Makassar | Polda Sulsel Grebek Gudang Pupuk Oplosan di Gowa

Polda Sulsel Grebek Gudang Pupuk Oplosan di Gowa

By
Font size: Decrease font Enlarge font

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan membongkar dugaan praktik pengoplosan serta pemalsuan pupuk di wilayah Gowa, Takalar, Jeneponto dan Sinjai. Polisi berhasil mengamankan pemilik usaha berinisial SL dan pegawai MB saat operasi penyergapan.

Wakapolda Sulsel Gatot Edi Pramono dalam siaran tertulisnya mengatakan, penyergapan dilakukan pada Rabu Siang tadi (19/4), di sebuah gudang bernama Harapan Tani yang beralamat di Jalan Poros Limbung Cambayya, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Di tempat penyergapan, Polisi mengamankan barang bukti berupa pupuk oplosan jenis Popro dan Super Kompos dengan berat padat masing-masing 2 ribu 700 kilogram dan seribu 600 kilogram.

Gatot menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Petugas Kepolisian kemudian mencurigai, gudang milik SL telah melakukan pengoplosan pupuk serta menjual secara tidak benar. Pelaku diduga mengoplos dengan mencampurkan pewarna dengan batu kapur yang telah dihaluskan, lalu dicampur pupuk urea kemudian dioplos secara manual. Hasil oplosan lalu dikemas dalam dos ukuran 15 kilogram. Setiap dos berisi 15 bungkus dan dijual dengan harga bervaritif mulai 17 ribu 500 hingga 30 ribu rupiah.

Menurut Wakapolda, pembuatan pupuk oplosan sangat merugikan petani. Terhadap pelaku akan disangkakan melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 1992 tentang sistem budi daya tanaman, UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan, dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak 2 milyar rupiah. Muh.Said

Subscribe to comments feed Comments (0 posted)

total: | displaying:

You have to be logged in to post comments

  • Bold
  • Italic
  • Underline
  • Quote

Please enter the code you see in the image:

Captcha

Radio

Get the Flash Player to hear this stream.

Rate this article

0