6 tips menjadi pemimpin yang memberi inspirasi & semangat
Banyak pemimpin yang menginginkan agar timnya selalu penuh dengan semangat, tetapi kenyataan yang ada justru sebaliknya. Banyak tim malah takut kepada pemimpinnya dan menjadi ciut justru karena ada pemimpinnya.
Bagaimana agar kita bisa menjadi seorang pemimpin yang selalu memberi inspirasi dan semangat kepada tim kita?
1. JADILAH TELADAN.
Banyak pemimpin yang meminta timnya untuk selau semangat sementara sang pemimpin tersebut setiap harinya tampak loyo, tidak bersemangat, penuh dengan omelan, sungutan dan kerjanya marah-marah.
Jika sang pemimpin tidak mampu menjadi teladan, inspirator dan semangat kepada timnya, apakah mungkin bagi tim tersebut untuk selalu penuh dengan semangat? Tentu tidak.
Ingatlah bahwa tim kita membutuhkan teladan dari sang pemimpinnya.
2. BERIKAN ENERGI POSITIF.
Semangat adalah energi positif yang dihasilkan oleh seseorang. Sebagai pemimpin, masuklah ke tempat kerja Anda setiap pagi dengan wajah ceria, penuh senyuman dan pikiran yang optimis dalam menjalani hari itu. Sapalah orang-orang yang Anda temui di tempat kerja Anda.
Jika kita penuh dengan energi positif, maka energi itu akan menyebar ke seluruh kantor Anda. Sebaliknya, jika Anda masuk dengan wajah yang tampak marah, tidak bersemangat, tidak bisa tersenyum, sangat kaku dan dingin, maka semua orang akan menduga bahwa Anda sedang dalam kondisi mood yang tidak enak. Akibatnya, semua orang jadi ragu untuk menyapa Anda.
Alhasil, suasana di tempat kerja Anda juga menjadi tegang. Energi positif yang seharusnya mereka terima berubah menjadi energi negatif.
Jika mereka sudah merasakan energi negatif, maka bisa saja mereka juga mentransferkan energi negatif itu kepada customer atau client Anda.
Jika kita dihadapkan pada 2 orang, yang satu penuh dengan senyum dan wajah ceria sementara yang lain berwajah cemberut, tidak bersahabat, tidak bisa tersenyum, yang mana akan kita datangi? Tentu saja yang wajahnya penuh dengan senyuman dan bersahabat. Mengapa? Karena dia sedang memberikan sebuah energi positif.
Jika kita saja senang berhadapan dengan orang yang penuh senyum, ramah dan bersahabat, begitu juga tim kita membutuhkan pemimpin yang bisa tersenyum, ramah dan bersahabat dengan timnya.
3. BERIKAN PENGHARGAAN ATAS SETIAP PRESTASI.
Memberi penghargaan dan bukan hanya omelan atas semua prestasi yang dilakukan oleh tim Anda akan membangun semangat dari tim tersebut. Sekecil apapun prestasi atau usaha yang mereka lakukan, selalulah memberikan kata-kata penghargaan kepada mereka.
Ingatlah bahwa apa yang kita fokuskan, itulah yang akan selalu kita pikirkan dan itu juga yang akan terjadi. Jika fokus kita pada kelemahan-kelemahan tim, maka pikiran kita akan selalu mencari kelemahan-kelemahan tersebut. Sebaliknya, jika fokus kita pada kelebihan-kelebihan tim, maka tentunya kita akan selalu mencari kelebihan-kelebihan tim kita.
4. RELAX, JANGAN SELALU TEGANG.
Ada beberapa karakter pemimpin yang bawaannya selalu tegang. Setiap ada hal sekecil apapun, selalu ditanggapi dengan terlalu serius. Akibatnya, suasana di tempat kerja tersebut menjadi begitu serius.
Relax dalam menghadapi sesuatu. Dengarkanlah dari sudut pandang yang lain. Dengan begitu, orang-orang akan merasa dihargai dan mereka menjadi semangat karena merasa didengarkan.
5. BERIKAN RASA AMAN, BUKAN RASA TAKUT.
Banyak orang berpikir bahwa untuk bisa memberi semangat kepada tim, orang-orang harus takut kepada pimpinannya. Mungkin itu benar dalam management di abad-abad yang lalu. Tetapi untuk saat ini, orang membutuhkan rasa aman, bukan rasa takut.
Jika kita membangun tim kita berdasarkan rasa takut, maka mereka akan mengerjakannya saat kita sedang memperhatikan mereka. Sebaliknya, jika kita tidak bersama mereka, belum tentu mereka akan mengerjakan hal tersebut.
Rasa takut bisa memberi mereka semangat, tapi dalam jangka waktu pendek. Bangunlah rasa aman dari tim agar mereka bekerja dengan penuh semangat dalam kurun waktu lama.
6. HINDARI KATA-KATA KASAR ATAU YANG TIDAK PERLU.
Jika terjadi masalah, berfokuslah pada masalah tersebut tanpa harus mengeluarkan kata-kata kasar ataupun makian. Hargailah setiap orang karena mereka juga adalah manusia.
Ingatlah bahwa tidak ada orang yang menjadi bersemangat karena habis dimaki-maki oleh pimpinannya. Tidak ada orang yang penuh semangat setelah mendengarkan kata-kata kasar yang keluar dari mulut seseorang.
Ketika emosi meningkat, logika cenderung turun. Sebaliknya, ketika logika meningkat, emosi bisa dikontrol dengan baik.
Jadi jika kita ingin menjadi pemimpin yang mampu memberikan inspirasi dan semangat kepada tim kita, perhatikanlah keenam hal di atas.
Tetap semangat dan jangan pernah menyerah karena apapun yang terjadi selalu ada jalan keluarnya. Ingat, kita tidak dilahirkan sebagai orang gagal tetapi sebagai pemenang.



You have to be logged in to post comments