Ketakutan Utama para eksekutif.
Satu hal yang paling ditakuti oleh para pebisnis, pemilik perusahaan, para Eksekutif dan para Manajer dibanding hal lainnya: “Kegagalan dalam mendelegasikan Tugas.”
Hanya pemimpin yang beranilah yang sanggup mengalihkan wewenangnya, kuasa membuat keputusan dan tanggung jawab pada bawahannya. Mereka melakukan hal ini meskipun orang yang diberi wewenang tsb mungkin saja kurang kompeten, kurang mampu dan kurang dalam pengalaman.
Dalam sejarah, peristiwa ini pun pernah terjadi, dimana seorang pemimpinpun bahkan tidak mampu untuk memimpin. Sebagai contoh disini konon seorang pemimpin Amerika Selatan, Simon Bolivar, sebagai contoh dari bagaimana seorang yang sangat luar biasa, bisa gagal sebagai seorang eksekutif.
Simon Bolivar telah sukses memenangkan sebuah perang Revolusi Amerika Selatan melawan Spanyol di tahun 1800an. Setelah perang Ia menjadi seorang yang sangat kaya, menjadi orang sangat berkuasa di Amerika Selatan, namun hanya dalam waktu yang sangat singkat. Disebabkan oleh kesalahannya sendiri, Ia disingkirkan dari negaranya dan pada akhirnya, Iapun meninggal secara mendadak.
Bolivar telah membuat suatu kesalahan besar yang paling sering dilakukan oleh para eksekutif. Dia tidak mampu mendelegasikan kewenangannya. Dan itu sangat membebaninya dalam segala hal.
“Keberaniannya melampaui setiap Jenderal dalam sejarah peperangan, dipegunungan atau disungai-sungai yang ganas. Sayangnya dia tidak memiliki keberanian untuk percaya pada pikiran yang kurang cerdas dari bawahannya. Ia takut jika anak buahnya membuat kesalahan. Ia tidak berani melepaskan begitu saja kepada para pengawalnya yang sedang semangat-2 nya.
“Ia bisa memimpin orang, membuat orang merasa bahagia, membuat orang mau bertempur dan memberi istirahat setelah melewati masa-2 yang sangat sulit dalam peperangan, dimana tidak ada satupun angkatan bersenjata lainnya didunia yang pernah mengalami sebelumnya. Namun Ia tidak mampu memanfaatkan orang meskipun mereka meminta untuk dimanfaatkan/ dipakai.”
“Jika kita memiliki kekuatan, gunakanlah atau delegasikanlah “atau” pastikan kita tidak akan memilikinya lagi.”
Setelah memenangkan Revolusi melawan Spanyol, Bolivar mengambil alih dan selalu melakukan sesuatu sendiri. Ia merasa bahwa Ia harus melakukan segalanya dan membuat segala keputusan untuk itu.
Sebagai contoh, setelah perang usai, beberapa tambang emas, perak dan tembaga yang paling kaya didunia ditinggalkan oleh para pemiliknya yang berkebangsaan Spanyol. Bolivar tidak mengijinkan siapa pun mengambil alih tambang tsb, bahkan bawahan dan pasukannya yang sedang menganggur sekalipun.
Ia tidak menempatkan seorangpun untuk menangani masalah hukum, masalah pendidikan, pekerjaan umum atau penanganan tata perkotaan. Ia seakan mengalami ketakutan kalau-2 dgn munculnya pemimpin baru justru akan merusak tatanan yang sudah ada selama ini.
Hal yang sama terjadi pula dalam tata pemerintahan, perdagangan dan berbagai komunitas saat itu.
Contoh lainnya :
Misalnya, John seorang pengusaha yang memiliki 10 karyawan yang cerdas, namun Ia tetap yang membuat keputusan2 dan melakukan semua pekerjaan yang penting sendiri. Karyawannya hanya menyaksikan Ia bekerja sangat keras setiap hari. Mereka tidak diizinkan membuat keputusan apapun, jadi mereka hanya menunggu saja perintah dari pemilik perusahaan. Perusahaan tidak berkembang dan dirinya sendiri mulai kelelahan.
Akhirnya, Ia pun terpaksa menyerahkan beberapa wewenang kepada seorang karyawan terbaiknya, sebut saja Jill. Katanya “ kamu sekarang sy tugaskan membuat semua jadwal kerja diperusahaan. Aturlah jadwal pergantian pekerja dan kapan hari libur mereka.”
John berhasil sebagai seorang eksekutif ketika Ia mendelegasikan semua pekerjaan dan biarkan karyawannya bekerja dan terlibat secara langsung untuk itu semua. Ia memberikan ruang bagi setiap karyawannya, bahkan untuk membuat kesalahan, untuk kemudian Ia perbaiki dan belajar dari setiap kesalahan karyawannya. Ia terus hanya mendukung mereka dan membiarkan mereka bekerja secara optimal.
Beberapa Keuntungan ketika mendelegasikan tugas kita
1. Kita dapat meluangkan waktu lebih bagi pekerjaan yang sangat penting yang bisa kita tangani dgn sangat baik.
2. Kita telah membantu orang lain semakin lebih mampu bekerja.
3. Kita bisa fokus meningkatkan produktifitas dan pendapatan perusahaan.
4. Orang akan senang bekerja pada kita krn memberi mrk kesempatan utk maju
5. Kita bisa menangani lbh banyak pekerjaan dgn lbh sedikit waktu.
Dan masih banyak lagi.



You have to be logged in to post comments